Meninggalkan Teman Demi Buah Mangga Humor

Masa kecil adalah masa dimana kita banyak menghabisakan waktu untuk bermain , wajar saja jika kita memiliki banyak kenangan kenangan manis nan lucu di dalamnya, sayangnya waktu itu begitu cepat berlalu, tak terasa sekarang kita semakin dewasa, hanya untuk mengingat, tulisan ini menjadi pertanda saksi bisu bahwa hal menyenangkan itu pernah terjadi, dosa masa kecil yang sering kami lakukan bersama, kenakalan yang polos merasa tak bersalah, semua pernah mengalami hal itu, kamu juga? ya kita semua

Dan ini sepenggal kisah ku dimasa kecil itu

Bersepeda dihari minggu

Kami memiliki kebiasaan bersepeda setiap hari minggu atau hari libur lainnya, kami selalu berlkumpul dilapangan atau di rumah teman yang sudah di setujui sebelumnya.
setelah semuanya dirasa lengkap kami lalu berangkat sekitar jam 7 pagi menuju tempat yang sudah di rencanakan.

Setiap hari minggu emang paling enak buat jalan jalan naik sepeda, dan biasanya saya dan sekelompok teman saya selalu memiliki rencana untuk bersepeda mengelilingi area komplek di taman modern yang berlokasi di Pulogebang Jakarta Timur , kami beranggotakan biasanya hingga 10orang atau lebih, lebih banyak lebih mengasyikan,

Tak hanya bersepeda kami biasanya membawa bola untuk nantinya dimainkan dilapangan yang tak jauh dan masih berada diarea perkomplekan yang sama,
Oh iya, selain rencana bersepeda dan bermain bola, kami juga selalu memiliki rencana dadakan, rencana yang muncul secara tiba tiba, atau bisa di sebut insting liar masa kecil kami, kemudian setelah berkeliling cukup jauh insting liar kami itupun muncul, kami mulai mencari buah buahan untuk dicuri, mencuri buah buahan adalah hal favorit yang sangat sering dilakukan, lalu buah apa yang akan dijadikan target sasaran kali ini?


Mangga Image Pixabay


Buah yang kami kategorikan biasanya buah siap untuk dirujak, kami senang merujak buah bersama sama ibu-ibu tetangga dirumah nanti padahal kami berniat untuk bermain bola terlebih dahulu waktu itu.

Mulai dari sini kami akan menyusuri rumah yang memiliki pohon mangga atau jambu air dan satu hal yang terpenting dari semuanya itu, perlu kami semua ingat, Rumah itu harus TIDAK ADA ANJINGNYA, meskipun tempat itu memiliki buah yang lebat kami lebih memilih tempat lain, biasanya para pemilik rumah selalu menyiapkan bebrapa ekor anjing untuk menjaga rumahnya daripara pencuri, termasuk kami.

Lama berjalan tak ditemukan sasaran yang cocok, menepilah kami disebuah warung untuk membeli minuman, duduk membentuk lingkaran dan mengobrol, dan mendiskusikan rumah-rumah yang sudah pernah di buru , lalu ada salah satu teman saya, mengusulkan satu tempat baru yang belum pernah kami singgahi, dikarenakan lokasi yang cukup jauh, setelah bercerita agak lama , sepakatlah kami menuju kesana, kemas - kemas lalu berangkat

Sampailah kami ditempat yang sesuai diceritakan teman saya sebelumnya, kriteria sangat mumpuni, rumah itu sedang ditinggal pemiliknya, dengan terlihat kunci gembok besar tersangkut dipagarnya.
Dan pohonya besar, buahnya lebat tapi matang tidak bisa dirujak namun bisa langsung dimakan,

terjadi obrolan singkat :

Mau diambil kaga? buahnya udah pada mateng tapi gak bisa dirujak,

Ambil saja langsung dimakan, panas panas seger nih,

Karena teman saya yang sudah pernah mengambilnya, dia bersedia melakukan eksekusi panjat pohon. Mereka sudah memiliki jalur panjatnya sendiri, sehingga itu akan memakan waktu lebih cepat dan lebih baik untuk kami,
Mulailah mereka berdua itu memanjat ( kebetulan yang manjat sih adek sama kakaknya ) tanpa rasa takut ketahuan satpam, mereka menjatuhkan satu persatu buah, dilemparnya kebawah, dan kami hanya menunggu diluar guna mengambilnya.

Setelah beberapa buah kami dapat, dan kami pun mulai memakan buahnya satu persatu sambil menertewakan dua monyet sedang mengambil buah diatas sana.

WADUH .. diluar dugaan.


Ada mobil berhenti di depan pagar Ternyata pemilik rumah pulang mereka turun lalu membuka kunci kemudian segera masuk

Haduh .. sialnya teman kami masih tersangkut diatas. Gawat ketangkep nih

Panik ! Tanpa pikir panjang kami mengambil langkah seribu dan mengebut naik sepeda meninggalkan rumah itu beserta teman kami yang masih tersangkut ketakutan diatas .. ohh betapa egoisnya masa kecil kami ..

Tak terasa goesan sepeda kami jauh meninggalkan mereka, merasa kasihan kami sepakat untuk menunggu di tempat lain yang dirasa aman, berharap mereka dapat secepatnya menyusul.

Menunggu lama , adik kakak itu tak kunjung tiba kami pun merasa lelah kepanasan lalu memutuskan untuk pulang dan menghabiskan mangga itu tanpa mereka berdua,

Setelah kami mulai memakan mangga itu, kami teringat mereka berdua..

Akan tetapi Anehnya lagi mangga itu semakin terasa lebih nikmat jika kami membayangkan teman kami yang sedang ketakutan, tersangkut dipohon mangga dengan dibawahnya ada sang pemilik menunggu pencuri turun sambil mengacungkan golok ke arah mereka berdua.

Hari semakin sore manggapun sudah habis kami makan, mereka berdua tidak kunjung datang, kami berspekulasi bahwa mereka tertangkap dan sudah di makan oleh anjing anjing penjaga pemilik rumah, ohh apa yang sudah kami lakukan, kami merasa sangat bersalah karena hanya mendapat hasil curian yang sedikit, padahal jika teman kami ditukar dengan mangga mungkin mangga yang akan kami dapat bisa lebih banyak.

Hari berikutnya kami melihat mereka berdua dalam keadaan sehat namun lesu, dengan rasa penasaran kami menanyakan tentang kejadian kemarin,
Kami :gimana lu bisa turun?
Mereka tidak mau menjawab mungkin karena marah.

Kami terus berluang - ulang menanyakan itu ..
Akhirnya mereka mau mengatakannya juga bahwa mereka tidak tertangkap, mereka berhasil kabur lewat atap yang kebetulan dekat dengan pohon dan turun lewat rumah sebelahnya tanpa ketahuan,

meskipun agak sedikit marah dan kecewa , akan tetapi mereka masih ingin bersama sama lagi, dan melupakan apa yang telah terjadi Tamat.

Cerita ini hasil kiriman dari seseorang yang menolak untuk disebutkan, terimakasih untuk ceritanya.
Load disqus comments

0 komentar